Jakarta
Setelah tawuran yang menyebabkan tewasnya Alawy Yusianto Putra, SMA 6
dan SMA 70 sepakat untuk melakukan rekonsiliasi. Kedua pihak
mendeklarasikan ikrar perdamaian.
Ikrar perdamaian yang
dibacakan oleh Ketua OSIS masing-masing ini di Kantor Walikota JAkarta
Selatan, Jl Prapanca, Kamis (27/9/2012). Ikrar ini menegaskan komitmen
kedua belah pihak untuk menjaga perdamaian. Berikut isi ikrar perdamaian
tersebut:
1. Mengehentikan secara permanen untuk tidak
melakukan perbuatan anarkis berupa bullying, perkelahian, saling
menyerang dan atau tawuran.
2. Jika terjadi perselisihan antara kami akan diselesaikan secara damai dan kekeluargaan.
3. Saling menjaga dan menghormati hak, kewajiban dan kewenangan masing-masing.
4.
Menyatukan visi dan misi perdamaian antara SMA 6 dan SMA 70 dalam
rangka menjaga suasana tenteram, aman dan nyaman, khususnya di kawasan
Bulungan dan Mahakam, Kebayoran baru.
5. Menjaga ketertiban dan keamanan serta nama baik almamater di mana pun berada.
6.
Jika di antara kami melanggar ikrar ini, kami pelajar SMA 6 dan SMA 70
bersedia menerima sanksi sesuai dengan hukum dan aturan yang berlaku.
Sebelum
pembacaan ikrar, kedua sekolah telah bersepakat untuk melakukan
rekonsiliasi. Dalam rekonsiliasi itu murid SMA 70 secara simbolis
memberikan setangkai bunga mawar kepada murid SMA 6 sebagai simbol
perdamaian.
Rekonsiliasi tersebut dihadiri oleh Wakil Walikota
Jakarta Selatan Syamsuddin Noor, Direktur Pembinaan SMA Kemendikbud
Totok Suprayitno, Kepala Sekolah SMA 6 Kadarwati dan Kepala Sekolah SMA
70 Saksono Liliek Susanto. Ada sekitar 15 siswa-siswi SMA 70 berbaris
bersaf, masing-masing mereka tampak memegang setangkai mawar putih.
Sementara di depan mereka sudah ada 15 siswa-siswi SMA 6. 15 Siswa SMA
70 itu lantas memberikan setangkai bunga mawar pada rekan mereka di SMA 6
itu.
"Kami mengucapkan turut berbelasungkawa atas meninggalnya
teman kita Alawy, semoga amal ibadahnya diterima di sisi-Nya. Tentunya
kita harus stop tawuran di lingkungan Mahakam dan Bulungan. Tapi tidak
hanya di Mahakam dan Bulungan saja, tapi juga di seluruh Indonesia. Kami
dari SMA 70 berharap kematian teman kami tidak menjadi sia-sia," ujar
perwakilan murid dari SMA 70, Fauzan Ramadan.
Tawuran antara
siswa SMAN 6 dan SMAN 70 Jakarta pecah di kawasan Bulungan - tak jauh
dari Blok M Plaza - pada Senin (24/9) lalu. Tawuran ini menyebabkan
Alawy, siswa SMA 6 kelas X berusia 15 tahun yang tidak ikut tawuran,
tewas akibat kena bacok di bagian dada.
Polisi menyebut FT telah
berusia dewasa dan dua kali tidak naik kelas. Ia juga punya catatan
kriminal. Ia pernah dikenai pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan
bersama-sama dan pasal 351 KUHP tentang pengeroyokan yang mengakibatkan
korban meninggal dunia. Setelah sempat buron, FT berhasil diciduk polisi
di Yogyakarta.
Kamis, 27 September 2012
Penjajahan Jepang di Indonesia :o
Penjajahan Jepang di Indonesia
* 8 Maret 1942 Jepang mendarat di Kalimantan untuk menguasai sumber minyak mentah
* Tanggal 9 Maret 1942, Belanda menyerah pada Jepang. Penyerahan di Kalijati, Subang, Jabar.
*Pihak Belanda:Letjen Ter Porten
*Pihak Jepang Letjen Hitoshi Imamura
*Saat dikuasai Jepang Indonesia dibagi dua:
1) P. Jawa dan Sumatra di bawah komando angkatan darat, berpusat di Jakarta
2) Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku di bawah Komando Angkatan Laut yang berpusat
di Ujung Pandang
*Propaganda Jepang:
1) Gerakan 3A:
Jepang pemimpin asia
Jepang pelindung asia
Jepang cahaya asia
2) Jepang adalah saudara tua Indonesia
3) Jepang membentuk Putera
4) Jepang bertujuan untuk membebaskan Indonesia dari penjajahan
*Indonesia dimasukkan dalam kawasan Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya,
dibawah kepemimpinan Jepang.
*Tujuan Kedatangan Jepang ke Indonesia:
1. Menguasai wilayah Indonesia. Bukti:
1.1 Ind dijadikan sbg sumber bahan mentah
1.2 Romusha
1.3 Semua kegiatan Parpol dilarang
2. Tentara pendudukan Jepang melakukan pemerasan ekonomi:
2.1 Petani wajib menyetorkan hasil panen padi, jagung, dan ternak
2.2 Petani wajib menanam jarak untuk pelumas senjata
2.3 Hutan-hutan ditebang untuk kebutuhan industri
2.4 hasil perkebunan harus disetor pada Jepang
2.5 penyerahan besi atau logam untuk kebutuhan industri senjata
3. Pemuda-pemuda Indonesia dikerahkan untuk romusha (kerja paksa)
4. Jepang membentuk organisasi semi militer dan militer penuh
4.1 Semi militer:
a. Seinendan, 29 April 1943
Tujuan: mendidik dan melatih pemuda Indonesia untuk
mempertahankan Indonesia dengan kekuatan sendiri
b. Keibodan, 29 April 1943, Barisan pembantu Polisi
c. Fujinkai, Agustus 1943, Himpunan Wanita
Wanita usia >15 th dilatih militer
d. Jawa Hokokai, 1944, dibentuk Jend. Kumkici Harada
4.2 Militer Penuh:
a. Peta, 3 Oktober 1943
b. Heiho, April 1943, pembantu prajurit Jepang
Perlawanan rakyat:
* 7 September 1944, Janji Koiso
*Persiapan Indonesia merdeka:
1. Jend. Kumakici Harada membentuk BPUPKI atau Dokuritsu Junbi Coosakai
Ketua: Dr. Rajiman Widyodiningrat
2. BPUPKI bertugas menyusun dasar negara dan UUD
Sidang I, 1 Juni 1945.
- Ir. Soekarno, Moh. Yamin, dan Supomo tampil mengajukan gagasan.
- Ir. Soekarni-->pidato mengenai 5 asas negara [Pancasila]
3. 10 Juli 1945
Panitia Kecil BPUPKI berhasil merumuskan dasar negara dan membahas perumusan UUD
4. 11 Juli 1945
Panitia perancang UUD sepakat menjadikan PIagam Jakarta sebagai Pembukaan UUD
5. Tanggal 14 Juli 1945, Panitia Kecil BPUPKI, dipimpin Supomo melaporkan hasil
Panitia Perancang UUD yang terdiri dari pernyataan kemerdekaan, pembukaan UUD, dan
batang tubuh.
Rabu, 26 September 2012
PERJAJIAN SEVRES
Perjanjian Sevres (20 Agustus 1920) antara Sekutu dengan
Turki yang isinya antara lain:
a) Daerah Turki diperkecil dan hanya tinggal kota Konstantinopel dan sekitarnya.
b) Daerah yang penduduknya bukan orang Turki harus dilepaskan.
c) Smyrna dan Thracia diduduki oleh Yunani.
d) Dardanella, Laut Marmora, Selat Bosporus harus dibuka untuk kapal-kapal dari semua bangsa.
e) Armenia diberi status merdeka.
f) Kurdi merdeka.
a) Daerah Turki diperkecil dan hanya tinggal kota Konstantinopel dan sekitarnya.
b) Daerah yang penduduknya bukan orang Turki harus dilepaskan.
c) Smyrna dan Thracia diduduki oleh Yunani.
d) Dardanella, Laut Marmora, Selat Bosporus harus dibuka untuk kapal-kapal dari semua bangsa.
e) Armenia diberi status merdeka.
f) Kurdi merdeka.
Langganan:
Komentar (Atom)